Artikel Terbaru
light_mode
Trending Tags
Beranda » Finance » Pola Candlestick Engulfing: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya dalam Trading Saham

Pola Candlestick Engulfing: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya dalam Trading Saham

  • account_circle rafay
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam analisa teknikal saham, candlestick digunakan untuk mempelajari pergerakan harga dan memahami perubahan tekanan beli maupun jual. Salah satu pola yang cukup populer di kalangan trader adalah Engulfing Pattern.

Pola Engulfing merupakan pola candlestick yang terdiri dari dua candle dan sering digunakan untuk mengamati kemungkinan perubahan momentum atau pembalikan tren. Pola ini memiliki dua jenis utama, yaitu Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing.

Meskipun sering dianggap sebagai sinyal pembalikan, Engulfing tidak selalu menghasilkan perubahan arah harga. Oleh karena itu, trader perlu memahami cara mengenali pola, membaca konteks pasar, dan menunggu konfirmasi sebelum mengambil keputusan.

Apa Itu Pola Candlestick Engulfing?

Engulfing adalah pola double candlestick, yaitu pola yang terbentuk dari dua candle berurutan. Dalam definisi yang umum digunakan, body candle kedua menutupi atau lebih besar daripada body candle pertama dengan arah yang berlawanan.

Pola ini menunjukkan perubahan kekuatan relatif antara pembeli dan penjual selama dua periode perdagangan.

Jika candle pertama bearish dan candle kedua bullish dengan body yang menutupi body sebelumnya, pola tersebut disebut Bullish Engulfing. Sebaliknya, jika candle pertama bullish dan candle kedua bearish dengan body yang menutupi body sebelumnya, pola tersebut disebut Bearish Engulfing.

Pola Engulfing biasanya lebih diperhatikan ketika muncul setelah tren yang jelas atau di dekat area support dan resistance penting.

1. Bullish Engulfing

Bullish Engulfing adalah pola yang terbentuk ketika candle bearish diikuti oleh candle bullish dengan body yang menutupi body candle sebelumnya.

Pola ini sering diamati setelah harga mengalami penurunan karena dapat menunjukkan bahwa tekanan beli mulai menguat.

Ciri-Ciri Bullish Engulfing

  • Candle pertama berwarna bearish.
  • Candle kedua berwarna bullish.
  • Body candle kedua menutupi body candle pertama.
  • Pola muncul setelah tren turun atau koreksi harga.
  • Sinyalnya dapat lebih relevan jika muncul di dekat support dan disertai peningkatan volume.

Dalam definisi yang umum, yang diperhatikan adalah body kedua candle, bukan selalu seluruh rentang harga termasuk shadow.

Contoh Bullish Engulfing

Misalnya, sebuah saham memiliki pergerakan berikut:

  • Candle pertama dibuka pada Rp1.000 dan ditutup pada Rp970.
  • Candle kedua dibuka pada Rp960 dan ditutup pada Rp1.020.

Candle pertama menunjukkan penurunan harga. Pada candle kedua, harga bergerak naik dan ditutup di atas pembukaan candle pertama sehingga body candle bullish menutupi body candle bearish sebelumnya.

Pola ini dapat menunjukkan bahwa tekanan beli meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, trader tetap perlu memperhatikan lokasi pola dan pergerakan harga berikutnya. Bullish Engulfing yang muncul di tengah tren turun yang kuat belum tentu langsung diikuti pembalikan tren.

2. Bearish Engulfing

Bearish Engulfing merupakan kebalikan dari Bullish Engulfing. Pola ini terbentuk ketika candle bullish diikuti oleh candle bearish dengan body yang menutupi body candle sebelumnya.

Bearish Engulfing sering diamati setelah kenaikan harga karena dapat menunjukkan bahwa tekanan jual mulai menguat.

Ciri-Ciri Bearish Engulfing

  • Candle pertama berwarna bullish.
  • Candle kedua berwarna bearish.
  • Body candle kedua menutupi body candle pertama.
  • Pola muncul setelah tren naik atau kenaikan harga.
  • Sinyalnya dapat lebih relevan jika muncul dekat resistance dan didukung aktivitas transaksi yang meningkat.

Contoh Bearish Engulfing

Misalnya, sebuah saham mengalami pergerakan berikut:

  • Candle pertama dibuka pada Rp1.000 dan ditutup pada Rp1.030.
  • Candle kedua dibuka pada Rp1.040 dan ditutup pada Rp980.

Candle pertama menunjukkan kenaikan harga. Pada candle kedua, harga turun dan ditutup di bawah pembukaan candle pertama sehingga body bearish menutupi body bullish sebelumnya.

Kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa tekanan jual meningkat.

Namun, Bearish Engulfing tidak otomatis berarti harga akan terus turun. Trader perlu melihat apakah harga benar-benar melemah setelah pola terbentuk.

3. Perbedaan Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing

Aspek Bullish Engulfing Bearish Engulfing
Susunan candle Bearish lalu bullish Bullish lalu bearish
Candle kedua Body bullish menutupi body pertama Body bearish menutupi body pertama
Konteks umum Setelah tren turun Setelah tren naik
Makna potensial Momentum beli menguat Momentum jual menguat
Area yang menarik diamati Support Resistance
Konfirmasi Harga menguat setelah pola Harga melemah setelah pola

Perbedaan tersebut membantu trader mengenali pola dengan lebih mudah. Meski demikian, lokasi dan konteks pembentukan pola tetap penting dalam menilai kualitas sinyal.

4. Mengapa Pola Engulfing Penting dalam Analisa Teknikal?

Engulfing menarik untuk dipelajari karena menunjukkan perubahan dominasi antara pembeli dan penjual dalam dua candle berurutan.

Pada Bullish Engulfing, candle kedua menunjukkan bahwa harga bergerak cukup kuat ke arah naik hingga body-nya menutupi body candle bearish sebelumnya.

Pada Bearish Engulfing, candle kedua menunjukkan bahwa tekanan jual cukup kuat untuk menutupi body candle bullish sebelumnya.

Perubahan ini dapat membantu trader mengamati kemungkinan pergeseran momentum. Namun, pola tersebut hanya merepresentasikan aktivitas harga selama periode tertentu dan tidak dapat memastikan perilaku pasar berikutnya.

5. Cara Menggunakan Pola Engulfing untuk Trading Saham

Agar pola Engulfing tidak digunakan secara sembarangan, trader dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Identifikasi Tren Sebelumnya

Periksa apakah harga sedang mengalami tren naik atau tren turun. Bullish Engulfing biasanya diamati setelah penurunan, sedangkan Bearish Engulfing biasanya diamati setelah kenaikan.

Langkah 2: Tandai Support dan Resistance

Support dan resistance membantu memberikan konteks terhadap pola yang terbentuk.

Bullish Engulfing di dekat support dapat menjadi alasan untuk mengamati kemungkinan pantulan. Sementara itu, Bearish Engulfing di dekat resistance dapat menjadi peringatan bahwa kenaikan mulai menghadapi tekanan jual.

Langkah 3: Periksa Volume Transaksi

Volume dapat membantu menilai aktivitas pasar saat pola terbentuk. Peningkatan volume dapat menunjukkan partisipasi yang lebih besar, tetapi tidak selalu menjamin bahwa pembalikan akan terjadi.

Langkah 4: Tunggu Konfirmasi Harga

Trader dapat menunggu candle berikutnya untuk melihat apakah arah pergerakan sesuai dengan skenario awal.

Untuk Bullish Engulfing, konfirmasi dapat berupa penguatan harga setelah pola terbentuk. Untuk Bearish Engulfing, trader dapat mengamati apakah harga mulai melemah atau menembus area support terdekat.

Langkah 5: Tentukan Entry, Stop Loss, dan Target

Sebelum membuka posisi, tentukan kondisi entry, batas kerugian, serta target keuntungan berdasarkan struktur harga dan strategi yang digunakan.

Ukuran posisi sebaiknya disesuaikan dengan risiko yang sanggup ditanggung. Hindari menentukan keputusan hanya karena pola Engulfing terlihat kuat.

6. Menggabungkan Engulfing dengan Indikator Teknikal

Pola Engulfing dapat dikombinasikan dengan indikator lain untuk memberikan konteks tambahan.

Moving Average (MA) dapat membantu mengidentifikasi tren utama. Trader dapat mengamati apakah Bullish Engulfing muncul setelah koreksi dalam tren naik atau apakah Bearish Engulfing muncul ketika harga mulai melemah.

Relative Strength Index (RSI) dapat digunakan untuk mempelajari momentum harga. Namun, RSI di area oversold atau overbought tidak otomatis mengonfirmasi pembalikan.

Support dan resistance membantu trader menilai lokasi pola. Pola Engulfing yang terbentuk di dekat level penting dapat lebih menarik untuk dipantau dibandingkan pola yang muncul tanpa konteks harga yang jelas.

Gunakan indikator secukupnya dan pastikan setiap alat memiliki fungsi yang jelas dalam strategi trading.

7. Kesalahan yang Harus Dihindari Pemula

Beberapa kesalahan umum ketika menggunakan pola Engulfing adalah:

  1. Menganggap setiap Engulfing pasti menghasilkan pembalikan tren.
  2. Mengabaikan tren sebelumnya dan lokasi pola.
  3. Membuka posisi sebelum candle kedua selesai terbentuk.
  4. Tidak memeriksa volume dan struktur harga.
  5. Mengabaikan stop loss dan manajemen risiko.
  6. Menggunakan terlalu banyak indikator tanpa memahami fungsinya.

Penting untuk membedakan antara pola yang sudah terbentuk dan pola yang masih berlangsung. Sebelum candle selesai, bentuk akhirnya masih dapat berubah.

Trader dapat meningkatkan pemahaman dengan mengamati pola Engulfing pada data historis, mencatat hasilnya, dan menguji strategi sebelum menerapkannya secara konsisten.

Kesimpulan

Pola candlestick Engulfing adalah pola dua candle yang digunakan untuk mengamati kemungkinan perubahan momentum di pasar. Bullish Engulfing terbentuk ketika candle bullish menutupi body candle bearish sebelumnya dan sering diamati setelah tren turun. Sebaliknya, Bearish Engulfing terbentuk ketika candle bearish menutupi body candle bullish sebelumnya dan sering diamati setelah tren naik.

Kedua pola dapat membantu trader membaca perilaku harga, tetapi tidak menjamin pembalikan tren. Gunakan Engulfing bersama analisa tren, support dan resistance, volume transaksi, konfirmasi harga, serta manajemen risiko untuk menyusun keputusan trading yang lebih terstruktur.

Catatan: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu.

  • Penulis: rafay

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fungsi Access Point: Peran, Manfaat, dan Cara Penggunaannya dalam Jaringan

    Fungsi Access Point: Peran, Manfaat, dan Cara Penggunaannya dalam Jaringan

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle AL
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dalam jaringan komputer modern, koneksi wireless atau Wi-Fi menjadi salah satu kebutuhan penting. Laptop, smartphone, tablet, kamera IP, printer, perangkat IoT, dan berbagai perangkat lainnya membutuhkan koneksi tanpa kabel agar dapat berkomunikasi dengan jaringan lokal maupun internet. Salah satu perangkat yang berperan penting dalam menyediakan koneksi wireless adalah Access Point (AP). Access Point digunakan untuk […]

  • Jenis-Jenis Access Point Berdasarkan Fungsi, Penggunaan, dan Teknologinya

    Jenis-Jenis Access Point Berdasarkan Fungsi, Penggunaan, dan Teknologinya

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle rafay
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Access Point atau AP merupakan salah satu perangkat penting dalam infrastruktur jaringan wireless. Perangkat ini berfungsi menyediakan koneksi Wi-Fi dan menghubungkan perangkat seperti laptop, smartphone, tablet, printer wireless, kamera IP, serta perangkat IoT ke jaringan lokal. Meskipun fungsi dasarnya sama, Access Point memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk kebutuhan berbeda. Ada AP sederhana untuk rumah, […]

  • Apa Itu Saham? Pengertian, Fungsi, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

    Apa Itu Saham? Pengertian, Fungsi, Jenis, Keuntungan, dan Risikonya

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle rafay
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Bagi banyak orang, kata saham sering dikaitkan dengan investasi, pasar modal, grafik harga, dan keuntungan dari kenaikan harga. Namun, sebenarnya saham memiliki makna yang lebih mendasar. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menunjukkan kepemilikan seseorang atau suatu pihak terhadap sebuah perusahaan. Ketika seseorang membeli saham sebuah perusahaan, orang tersebut pada dasarnya memiliki bagian tertentu […]

  • WLAN (Wireless Local Area Network): Pengertian, Cara Kerja, dan Keunggulannya

    WLAN (Wireless Local Area Network): Pengertian, Cara Kerja, dan Keunggulannya

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle AL
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Di era mobilitas yang tinggi saat ini, penggunaan kabel jaringan fisik sering kali dianggap kurang praktis untuk menghubungkan perangkat-perangkat seperti smartphone, laptop, tablet, hingga perangkat smart home. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, teknologi WLAN (Wireless Local Area Network) hadir sebagai solusi utama yang memungkinkan perangkat terhubung ke jaringan lokal dan internet tanpa batasan kabel. Apa itu […]

  • WAN (Wide Area Network): Pengertian, Karakteristik, dan Peran Pentingnya dalam Jaringan Global

    WAN (Wide Area Network): Pengertian, Karakteristik, dan Peran Pentingnya dalam Jaringan Global

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle rafay
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Di dalam dunia telekomunikasi dan jaringan komputer, kita mengenal berbagai macam cakupan wilayah jaringan mulai dari skala kecil seperti LAN (Local Area Network) hingga skala kota seperti MAN (Metropolitan Area Network). Namun, ketika sebuah jaringan komputer harus menghubungkan perangkat, kantor cabang, atau bahkan benua yang terpisah oleh jarak ribuan kilometer, teknologi yang diandalkan adalah WAN […]

  • Mengenal VLAN QinQ: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh Penerapannya

    Mengenal VLAN QinQ: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh Penerapannya

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle AL
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dalam dunia jaringan komputer, teknologi Virtual Local Area Network (VLAN) digunakan untuk membagi jaringan menjadi beberapa segmen logis agar pengelolaan lalu lintas data menjadi lebih teratur. Namun, pada jaringan berskala besar seperti jaringan ISP, Metro Ethernet, dan data center, penggunaan VLAN biasa terkadang memiliki keterbatasan, terutama ketika penyedia layanan harus menghubungkan banyak pelanggan dengan konfigurasi […]

expand_less