Pola Candlestick Engulfing: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya dalam Trading Saham
- account_circle rafay
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam analisa teknikal saham, candlestick digunakan untuk mempelajari pergerakan harga dan memahami perubahan tekanan beli maupun jual. Salah satu pola yang cukup populer di kalangan trader adalah Engulfing Pattern.
Pola Engulfing merupakan pola candlestick yang terdiri dari dua candle dan sering digunakan untuk mengamati kemungkinan perubahan momentum atau pembalikan tren. Pola ini memiliki dua jenis utama, yaitu Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing.
Meskipun sering dianggap sebagai sinyal pembalikan, Engulfing tidak selalu menghasilkan perubahan arah harga. Oleh karena itu, trader perlu memahami cara mengenali pola, membaca konteks pasar, dan menunggu konfirmasi sebelum mengambil keputusan.
Apa Itu Pola Candlestick Engulfing?
Engulfing adalah pola double candlestick, yaitu pola yang terbentuk dari dua candle berurutan. Dalam definisi yang umum digunakan, body candle kedua menutupi atau lebih besar daripada body candle pertama dengan arah yang berlawanan.
Pola ini menunjukkan perubahan kekuatan relatif antara pembeli dan penjual selama dua periode perdagangan.
Jika candle pertama bearish dan candle kedua bullish dengan body yang menutupi body sebelumnya, pola tersebut disebut Bullish Engulfing. Sebaliknya, jika candle pertama bullish dan candle kedua bearish dengan body yang menutupi body sebelumnya, pola tersebut disebut Bearish Engulfing.
Pola Engulfing biasanya lebih diperhatikan ketika muncul setelah tren yang jelas atau di dekat area support dan resistance penting.
1. Bullish Engulfing
Bullish Engulfing adalah pola yang terbentuk ketika candle bearish diikuti oleh candle bullish dengan body yang menutupi body candle sebelumnya.
Pola ini sering diamati setelah harga mengalami penurunan karena dapat menunjukkan bahwa tekanan beli mulai menguat.
Ciri-Ciri Bullish Engulfing
- Candle pertama berwarna bearish.
- Candle kedua berwarna bullish.
- Body candle kedua menutupi body candle pertama.
- Pola muncul setelah tren turun atau koreksi harga.
- Sinyalnya dapat lebih relevan jika muncul di dekat support dan disertai peningkatan volume.
Dalam definisi yang umum, yang diperhatikan adalah body kedua candle, bukan selalu seluruh rentang harga termasuk shadow.
Contoh Bullish Engulfing
Misalnya, sebuah saham memiliki pergerakan berikut:
- Candle pertama dibuka pada Rp1.000 dan ditutup pada Rp970.
- Candle kedua dibuka pada Rp960 dan ditutup pada Rp1.020.
Candle pertama menunjukkan penurunan harga. Pada candle kedua, harga bergerak naik dan ditutup di atas pembukaan candle pertama sehingga body candle bullish menutupi body candle bearish sebelumnya.
Pola ini dapat menunjukkan bahwa tekanan beli meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, trader tetap perlu memperhatikan lokasi pola dan pergerakan harga berikutnya. Bullish Engulfing yang muncul di tengah tren turun yang kuat belum tentu langsung diikuti pembalikan tren.
2. Bearish Engulfing
Bearish Engulfing merupakan kebalikan dari Bullish Engulfing. Pola ini terbentuk ketika candle bullish diikuti oleh candle bearish dengan body yang menutupi body candle sebelumnya.
Bearish Engulfing sering diamati setelah kenaikan harga karena dapat menunjukkan bahwa tekanan jual mulai menguat.
Ciri-Ciri Bearish Engulfing
- Candle pertama berwarna bullish.
- Candle kedua berwarna bearish.
- Body candle kedua menutupi body candle pertama.
- Pola muncul setelah tren naik atau kenaikan harga.
- Sinyalnya dapat lebih relevan jika muncul dekat resistance dan didukung aktivitas transaksi yang meningkat.
Contoh Bearish Engulfing
Misalnya, sebuah saham mengalami pergerakan berikut:
- Candle pertama dibuka pada Rp1.000 dan ditutup pada Rp1.030.
- Candle kedua dibuka pada Rp1.040 dan ditutup pada Rp980.
Candle pertama menunjukkan kenaikan harga. Pada candle kedua, harga turun dan ditutup di bawah pembukaan candle pertama sehingga body bearish menutupi body bullish sebelumnya.
Kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa tekanan jual meningkat.
Namun, Bearish Engulfing tidak otomatis berarti harga akan terus turun. Trader perlu melihat apakah harga benar-benar melemah setelah pola terbentuk.
3. Perbedaan Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing
| Aspek | Bullish Engulfing | Bearish Engulfing |
|---|---|---|
| Susunan candle | Bearish lalu bullish | Bullish lalu bearish |
| Candle kedua | Body bullish menutupi body pertama | Body bearish menutupi body pertama |
| Konteks umum | Setelah tren turun | Setelah tren naik |
| Makna potensial | Momentum beli menguat | Momentum jual menguat |
| Area yang menarik diamati | Support | Resistance |
| Konfirmasi | Harga menguat setelah pola | Harga melemah setelah pola |
Perbedaan tersebut membantu trader mengenali pola dengan lebih mudah. Meski demikian, lokasi dan konteks pembentukan pola tetap penting dalam menilai kualitas sinyal.
4. Mengapa Pola Engulfing Penting dalam Analisa Teknikal?
Engulfing menarik untuk dipelajari karena menunjukkan perubahan dominasi antara pembeli dan penjual dalam dua candle berurutan.
Pada Bullish Engulfing, candle kedua menunjukkan bahwa harga bergerak cukup kuat ke arah naik hingga body-nya menutupi body candle bearish sebelumnya.
Pada Bearish Engulfing, candle kedua menunjukkan bahwa tekanan jual cukup kuat untuk menutupi body candle bullish sebelumnya.
Perubahan ini dapat membantu trader mengamati kemungkinan pergeseran momentum. Namun, pola tersebut hanya merepresentasikan aktivitas harga selama periode tertentu dan tidak dapat memastikan perilaku pasar berikutnya.
5. Cara Menggunakan Pola Engulfing untuk Trading Saham
Agar pola Engulfing tidak digunakan secara sembarangan, trader dapat mengikuti langkah-langkah berikut.
Langkah 1: Identifikasi Tren Sebelumnya
Periksa apakah harga sedang mengalami tren naik atau tren turun. Bullish Engulfing biasanya diamati setelah penurunan, sedangkan Bearish Engulfing biasanya diamati setelah kenaikan.
Langkah 2: Tandai Support dan Resistance
Support dan resistance membantu memberikan konteks terhadap pola yang terbentuk.
Bullish Engulfing di dekat support dapat menjadi alasan untuk mengamati kemungkinan pantulan. Sementara itu, Bearish Engulfing di dekat resistance dapat menjadi peringatan bahwa kenaikan mulai menghadapi tekanan jual.
Langkah 3: Periksa Volume Transaksi
Volume dapat membantu menilai aktivitas pasar saat pola terbentuk. Peningkatan volume dapat menunjukkan partisipasi yang lebih besar, tetapi tidak selalu menjamin bahwa pembalikan akan terjadi.
Langkah 4: Tunggu Konfirmasi Harga
Trader dapat menunggu candle berikutnya untuk melihat apakah arah pergerakan sesuai dengan skenario awal.
Untuk Bullish Engulfing, konfirmasi dapat berupa penguatan harga setelah pola terbentuk. Untuk Bearish Engulfing, trader dapat mengamati apakah harga mulai melemah atau menembus area support terdekat.
Langkah 5: Tentukan Entry, Stop Loss, dan Target
Sebelum membuka posisi, tentukan kondisi entry, batas kerugian, serta target keuntungan berdasarkan struktur harga dan strategi yang digunakan.
Ukuran posisi sebaiknya disesuaikan dengan risiko yang sanggup ditanggung. Hindari menentukan keputusan hanya karena pola Engulfing terlihat kuat.
6. Menggabungkan Engulfing dengan Indikator Teknikal
Pola Engulfing dapat dikombinasikan dengan indikator lain untuk memberikan konteks tambahan.
Moving Average (MA) dapat membantu mengidentifikasi tren utama. Trader dapat mengamati apakah Bullish Engulfing muncul setelah koreksi dalam tren naik atau apakah Bearish Engulfing muncul ketika harga mulai melemah.
Relative Strength Index (RSI) dapat digunakan untuk mempelajari momentum harga. Namun, RSI di area oversold atau overbought tidak otomatis mengonfirmasi pembalikan.
Support dan resistance membantu trader menilai lokasi pola. Pola Engulfing yang terbentuk di dekat level penting dapat lebih menarik untuk dipantau dibandingkan pola yang muncul tanpa konteks harga yang jelas.
Gunakan indikator secukupnya dan pastikan setiap alat memiliki fungsi yang jelas dalam strategi trading.
7. Kesalahan yang Harus Dihindari Pemula
Beberapa kesalahan umum ketika menggunakan pola Engulfing adalah:
- Menganggap setiap Engulfing pasti menghasilkan pembalikan tren.
- Mengabaikan tren sebelumnya dan lokasi pola.
- Membuka posisi sebelum candle kedua selesai terbentuk.
- Tidak memeriksa volume dan struktur harga.
- Mengabaikan stop loss dan manajemen risiko.
- Menggunakan terlalu banyak indikator tanpa memahami fungsinya.
Penting untuk membedakan antara pola yang sudah terbentuk dan pola yang masih berlangsung. Sebelum candle selesai, bentuk akhirnya masih dapat berubah.
Trader dapat meningkatkan pemahaman dengan mengamati pola Engulfing pada data historis, mencatat hasilnya, dan menguji strategi sebelum menerapkannya secara konsisten.
Kesimpulan
Pola candlestick Engulfing adalah pola dua candle yang digunakan untuk mengamati kemungkinan perubahan momentum di pasar. Bullish Engulfing terbentuk ketika candle bullish menutupi body candle bearish sebelumnya dan sering diamati setelah tren turun. Sebaliknya, Bearish Engulfing terbentuk ketika candle bearish menutupi body candle bullish sebelumnya dan sering diamati setelah tren naik.
Kedua pola dapat membantu trader membaca perilaku harga, tetapi tidak menjamin pembalikan tren. Gunakan Engulfing bersama analisa tren, support dan resistance, volume transaksi, konfirmasi harga, serta manajemen risiko untuk menyusun keputusan trading yang lebih terstruktur.
Catatan: Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu.
- Penulis: rafay

Saat ini belum ada komentar