Cara Kerja Switch: Memahami Proses Pengiriman Data dalam Jaringan LAN
- account_circle rafay
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam jaringan komputer, berbagai perangkat seperti komputer, server, printer, Access Point, kamera IP, dan perangkat lainnya perlu saling berkomunikasi. Agar perangkat-perangkat tersebut dapat bertukar data dengan efisien, diperlukan perangkat yang mampu menghubungkan dan mengatur lalu lintas komunikasi dalam jaringan lokal. Salah satu perangkat yang memiliki peran tersebut adalah switch.
Switch banyak digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network), mulai dari jaringan rumah dan kantor kecil hingga data center dan jaringan perusahaan. Cara kerja switch berbeda dengan hub karena switch mampu mempelajari alamat perangkat dan meneruskan data ke port yang sesuai.
Apa Itu Switch?
Switch adalah perangkat jaringan yang menghubungkan beberapa perangkat dalam jaringan lokal dan meneruskan frame berdasarkan informasi MAC Address.
Switch bekerja terutama pada Data Link Layer (Layer 2) dalam model OSI. Namun, terdapat pula switch Layer 3 yang memiliki kemampuan routing tertentu.
Salah satu komponen penting dalam switch adalah MAC Address Table, yaitu tabel yang menyimpan hubungan antara MAC Address perangkat dengan port tempat perangkat tersebut terhubung.
1. Perangkat Terhubung ke Switch
Proses kerja switch dimulai ketika perangkat seperti komputer, printer, server, atau Access Point terhubung ke salah satu port switch menggunakan kabel Ethernet.
Misalnya, komputer A terhubung ke port 1 dan komputer B terhubung ke port 2.
Setiap perangkat jaringan Ethernet memiliki MAC Address yang digunakan sebagai identitas pada komunikasi di Layer 2.
Ketika perangkat mulai berkomunikasi, switch dapat mempelajari MAC Address perangkat tersebut.
2. Switch Mempelajari MAC Address
Ketika sebuah frame masuk ke switch, switch akan membaca MAC Address sumber yang terdapat pada frame tersebut.
Misalnya komputer A mengirimkan frame melalui port 1. Switch akan mencatat bahwa MAC Address komputer A dapat ditemukan melalui port 1.
Informasi tersebut kemudian disimpan dalam MAC Address Table.
Proses ini dikenal sebagai MAC address learning.
Dengan cara tersebut, switch secara bertahap mengetahui perangkat mana yang terhubung pada setiap port.
3. Switch Membaca MAC Address Tujuan
Selain membaca alamat sumber, switch juga memeriksa Destination MAC Address yang terdapat pada frame.
Alamat tersebut digunakan untuk menentukan perangkat tujuan.
Misalnya komputer A ingin mengirim data kepada komputer B. Switch menerima frame dari port 1 dan melihat bahwa Destination MAC Address merupakan alamat milik komputer B.
Jika switch sudah mengetahui bahwa komputer B berada pada port 2, switch akan meneruskan frame melalui port 2.
4. Forwarding Frame
Proses meneruskan frame ke port tujuan disebut forwarding.
Jika alamat tujuan sudah terdapat dalam MAC Address Table, switch dapat mengirimkan frame hanya melalui port yang sesuai.
Contohnya:
Komputer A → Port 1 Switch → Port 2 → Komputer B
Switch tidak perlu mengirim frame tersebut ke port lain yang tidak menuju komputer B.
Hal ini membuat penggunaan bandwidth jaringan menjadi lebih efisien dibandingkan perangkat hub.
5. Flooding Jika MAC Address Belum Dikenal
Bagaimana jika switch belum mengetahui port tempat MAC Address tujuan berada?
Dalam kondisi tertentu, switch akan melakukan flooding, yaitu meneruskan frame ke beberapa port dalam VLAN yang sama, kecuali port tempat frame tersebut diterima.
Jika perangkat tujuan menerima frame tersebut, perangkat dapat memberikan respons. Switch kemudian dapat mempelajari lokasi MAC Address tersebut berdasarkan frame yang diterima.
Flooding merupakan mekanisme normal pada kondisi tertentu, tetapi jika terjadi secara berlebihan dapat meningkatkan beban jaringan.
6. Filtering Frame
Switch juga dapat melakukan filtering.
Jika switch mengetahui bahwa sumber dan tujuan berada pada port atau segmen tertentu sehingga frame tidak perlu diteruskan ke port lain, switch dapat menahan frame tersebut agar tidak dikirim ke port yang tidak diperlukan.
Filtering membantu mengurangi lalu lintas jaringan yang tidak perlu.
7. Menggunakan MAC Address Table
MAC Address Table menjadi salah satu bagian penting dalam proses forwarding.
Contoh sederhana:
| MAC Address | Port |
|---|---|
| AA:AA:AA:AA:AA:01 | 1 |
| BB:BB:BB:BB:BB:02 | 2 |
| CC:CC:CC:CC:CC:03 | 3 |
Jika frame dari komputer A dengan tujuan MAC Address BB:BB:BB:BB:BB:02 masuk melalui port 1, switch dapat melihat tabel dan meneruskannya ke port 2.
MAC Address Table dapat berubah seiring perangkat berpindah port atau ketika entry lama mengalami proses aging.
8. Broadcast dalam Switch
Tidak semua frame memiliki tujuan satu perangkat. Pada Ethernet terdapat pula broadcast frame.
Ketika switch menerima frame broadcast, frame tersebut biasanya diteruskan ke semua port yang berada dalam VLAN yang sama, kecuali port sumber.
Broadcast digunakan oleh berbagai proses jaringan, termasuk beberapa mekanisme seperti ARP pada IPv4.
Karena itu, desain VLAN yang baik penting untuk mengendalikan ukuran broadcast domain.
9. VLAN pada Switch
Managed switch dapat menggunakan VLAN (Virtual Local Area Network) untuk membagi satu switch fisik menjadi beberapa jaringan logis.
Misalnya:
- VLAN 10: Administrasi
- VLAN 20: Keuangan
- VLAN 30: Tamu
- VLAN 40: CCTV
Perangkat dari VLAN berbeda tidak dapat berkomunikasi secara langsung hanya melalui Layer 2. Komunikasi antar-VLAN membutuhkan perangkat atau fungsi Layer 3 seperti router atau Layer 3 switch.
VLAN membantu meningkatkan segmentasi, keamanan, dan pengelolaan jaringan.
10. Switch dan Full-Duplex
Switch modern umumnya mendukung full-duplex, sehingga perangkat dapat mengirim dan menerima data secara bersamaan melalui koneksi Ethernet.
Dalam jaringan Ethernet switched modern, setiap link biasanya merupakan collision domain tersendiri. Hal ini membuat jaringan jauh lebih efisien dibandingkan jaringan Ethernet lama yang menggunakan media bersama.
11. Cara Kerja Switch Layer 3
Selain switch Layer 2, terdapat Layer 3 switch yang memiliki kemampuan routing.
Layer 3 switch dapat meneruskan trafik berdasarkan IP Address dan melakukan routing antar-VLAN dengan performa tinggi.
Perangkat seperti ini banyak digunakan pada jaringan perusahaan karena dapat menggabungkan fungsi switching dan routing dalam satu perangkat.
Contoh Cara Kerja Switch
Misalnya terdapat tiga komputer:
- Komputer A → Port 1
- Komputer B → Port 2
- Komputer C → Port 3
Ketika komputer A mengirim data kepada komputer B, switch menerima frame melalui port 1.
Switch membaca MAC Address sumber dan tujuan, kemudian memeriksa MAC Address Table. Jika alamat komputer B diketahui berada di port 2, frame langsung diteruskan ke port 2.
Komputer C yang berada di port 3 tidak perlu menerima frame tersebut.
Proses inilah yang membuat switch mampu mengatur lalu lintas jaringan dengan lebih efisien.
Kesimpulan
Cara kerja switch pada dasarnya terdiri dari beberapa proses utama, yaitu mempelajari MAC Address, menyimpan informasi dalam MAC Address Table, membaca MAC Address tujuan, melakukan forwarding, filtering, dan flooding ketika diperlukan.
Switch memungkinkan berbagai perangkat dalam jaringan LAN berkomunikasi secara efisien tanpa harus mengirimkan setiap frame ke seluruh port.
Pada jaringan modern, switch juga mendukung berbagai fitur seperti VLAN, PoE, QoS, port security, STP, link aggregation, dan Layer 3 routing.
Dengan memahami cara kerja switch, kita dapat lebih mudah mempelajari konsep jaringan yang lebih lanjut seperti MAC Address Table, VLAN, trunking, STP, inter-VLAN routing, dan desain jaringan LAN enterprise.
- Penulis: rafay

Saat ini belum ada komentar